Letih

Letih… ku berdiri di bawah terik mentari
Semenjak engkau melangkah menjauh pergi
Hingga rambut ini mulai memutih
Masih… tak kutemui engkau kembali

Letih… hanya saja raga ini b’lumlah mati
Hingga jiwa terus saja meminta tuk menunggumu disini
Sampai engkau hadir…
Sampai larut penantian menjadi bagian dari takdir

sumber : http://www.anggrekbiru.com/

pendapat saya tentang puisi di atas :

ini adalah puisi tentang seseorang yang menungu dengan setia  orang yg ia sayangi

yang telah lama pergi

walaupun ia tak tahu seseorang itu akan datang kembali atau tidak

ia pun menungu sampai umurnya semakin tua dan rambutnya berwarna putih

walaupun penantian yang di lakukannnya menjadi akhir dari takdirnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: