Sistem Operasi

1 Sistem Operasi Pada Komputer

Sistem operasi atau Operating System merupakan sebuah perangkat lunak yang berfungsi menjembatani antara perangkat keras komputer dengan manusia selaku pengguna maupun dengan software-software yang akan dijalankan pada perangkat komputer tersebut. Sebagai perantara berarti sistem operasi mempunya tugas mengendalikan dan mengkoordinasikan kegiatan dari keseluruhan sistem komputer. Sistem operasi yang akan mengatur semua operasi dari perangkat keras komputer, dengan demikian pemakai komputer tidak perlu harus berhubungan dan mengerti betul bagaimana perangkat keras bekerja.
Sistem operasi secara formal pertama kali dikembangkan untuk komputer IBM 701 pada tahun 1984 dan pada tahun 1985 oleh General Motors Research Laboratories. Pada waktu itu, tujuan utama dari sistem operasi adalah untuk mengurangi waktu menganggur (idle time) dari CPU dan dapat dimanfaatkan untuk menjalankan beberapa tugas (job) komputer bersama-sama. Dua sistem operasi yang paling populer dan banyak digunakan sampai saat ini adalah DOS (Disk Operating System) dan Windows, yang keduanya adalah produk perusahaan software Microsoft. Kedua sistem operasi di atas diperuntukkan bagi personal computer. Dan sampai saat ini Windows telah mengalami perkembangan yang luar biasa dengan dirilisnya varian-varian baru yang berbasiskan Windows.
Selain terdapat beberapa merk lain untuk personal computer, juga terdapat banyak jenis sistem operasi yang khusus diperuntukkan bagi komputer-komputer yang tergabung dalam sebuah jaringan komputer. Sistem operasi jenis ini yang banyak digunakan antara lain adalah Microsoft Windows for Workgroup, Microsoft Windows NT, Novell Netware, UNIX, LINUX, dan lain sebagainya.
Perbedaan yang mendasar antara DOS dan Windows adalah terletak pada aplikasi yang mendukungnya. DOS hanya mendukung aplikasi yang berbasis teks sedangkan Windows dapat mendukung aplikasi yang berbasis grafik dengan Graphical User Interface (GUI)-nya.

2.2 Perintah-perintah Dasar pada Ms DOS
Apabila kita menggunakan sistem operasi MS-DOS, maka setelah komputer dihidupkan, pada layar monitor akan tampak tampilan sebagai berikut :

Current date is Tue 09-09-2002
Enter new date ( mm-dd-yy ) :

Current time is 0:00:48.60
Enter new time :

Selanjutnya setelah proses di atas akan tampak :

The IBM Personal Computer DOS
Version 6.20 (C) Copyright International Business Machine Corp 1981, 1996
(C)Copyright Microso0ft Corp 1981,1996
A>
Bentuk A> disebut dengan prompt, yang posisi drive yang sedang aktif (default) adalah drive a. Drive yang aktif (default) berarti bila tidak disebutkan nama dan drivenya, maka yang digunakan adalah drive yang aktif, sedang bila akan menggunakan drive yang lain, maka drive yang aktif harus dirubah ke drive yang dikehendaki. Untuk merubah drive yang aktif dapat dilakukan dengan cara :

A>b:

MS-DOS menyediakan kumpulan perintah/command yang siap digunakan oleh pengguna untuk memanipulasi komputernya. Command tersebut dapat dikategorikan menjadi 2 (dua) kelompok yaitu internal command dan external command.

Internal command adalah perintah-perintah pada MS-DOS yang merupakan perintah bawaan (default). Internal command ini secara otmatis terinstalasi pada saat sistem operasi tersebut diinstalasikan ke dalam komputer. Internal command atau built-in command MS-DOS adalah sebagai berikut :

BREAK FOR RENAME
CHDIR atau CD GOTO RMDIR atau RD
CLS IF SET
COPY MKDIR atau MD SHIFT
CTTY PATH TIME
DATE PAUSE TYPE
DEL PROMPT VER
DIR REN VERIFY
ERASE VOL

Sedangkan external command adalah perintah-perintah pada MS-DOS yang tersimpan disket yang digunakan, karena perintah ini disimpan di file tersendiri. Adapun contoh dari External command seperti ASSIGN, ATTRIB, DISKCOPY, FDISK, FORMAT, dan yang lainnya.

Beberapa contoh aplikasi internal command adalah sebagai berikut :
1. Melihat Isi Disk
Isi dari disk adalah file. MS-DOS mampu membuat suatu daftar file yang ada pada disk tersebut. Daftar ini disebut dengan directory. Bila ada file baru yang direkamkan, DOS akan mencatatnya di directory. Bila suatu file dihapus, DOS akan menghapus nama file tersebut dari directory. Bila suatu file diganti namanya, DOS juga akan mengganti nama file tersebut di directory. Untuk menampilkan directory dari suatu disk dapat dilakukan dengan perintah internal (internal command) DIR, sebagai berikut :

A:\>dir

Perintah DIR untuk melihat isi dari disk dapat menggunakan parameter sebagai berikut :
/W yang berarti wide, akan menampilkan directory memanjang dalam bentuk 5 kolom
/P yang berarti pause, akan menampilkan directory untuk setiap tampilan satu layar akan berhenti, penekanan sembarang tombol akan dilanjutkan.

2. Membuat, Mengganti, dan Menghapus Direktori
Selain melihat isi direktori, dalam DOS juga memiliki fasilitas untuk membuat, mengganti dan menghapus direktori. Untuk membuat direktori perintah yang digunakan adalah :

MKDIR [drive:]path
MD [drive:]path

Contoh :

A> MD PIKTI

Arti dari perintah di atas adalah membuat direktori dengan nama PIKTI pada drive A. Perintah MD sama dengan MKDIR.

Sedangkan untuk merubah direktori yang aktif digunakan perintah :

CHDIR [drive:][path]
CD [drive:][path]
CHDIR[..]
CD[..]

Contoh :

A> CD PIKTI  Merubah direktori yang aktif ke direktori PIKTI

A> PIKTI>CD..  Mengubah direktori yang aktif ke direktori sebelumnya

Untuk menghapus direktori digunakan perintah :

RMDIR [drive:]path
RD [drive:]path

Contoh :

A> RD PIKTI  Menghapus direktori PIKTI

3. Memformat Disk
Sebelum sebuah disket baru (blank disk) dapat dipergunakan, maka suatu informasi tertentu harus dibentuk pada disket. Proses ini disebut dengan memformat disk (formatting). Kalau disket yang sudah ada isinya diformat, maka semua isi pada disket akan dihapus. Jadi format dapat digunakan untuk 2 (dua) hal, yaitu :
• Menyiapkan sebuah disket baru agar dapat dioperasikan dengan menggunakan komputer.
• Menghapus semua isi dari disket untuk tujuan menyiapkan kembali disket tersebut agar siap dipergunakan kembali.

Langkah-langkah memformat disket yang menggunakan dua buah disk drive, adalah sebagai berikut :

1. Disket DOS yang berisi file FORMAT.COM ( karena perintah FORMAT adalah external command ) menempati posisi pada drive a:. Kemudian ketikkan perintah :

A> format b:
Insert new diskette for drive B:
And strike ENTER when ready

2. Masukkan diskette yang akan diformat di drive b: dan tekan sembarang tombol untuk memulai prsistem operasies memformat bila telah siap.

Head: 1 Cylinder: 39

3. Tunggu beberapa saat sampai proses pemformatan disket ini selesai atau tunggu sampai ada pemberitahuan sebagai berikut :

Format complete

362496 bytes total disk space
362496 bytes available on disk

Format another (Y/N)? n

A>

4. Menyalin Disket
Menyalin disket berarti membuat duplikasi baru dari sebuah disk yang akan berisi persis dengan disket aslinya. Perintah untuk menyalin disk ini adalah DISKCOPY diikuti oleh drive sumber disket dan drive tujuan disket. Perintah menyalin disket ini sekaligus akan memformat disket tujuan yang belum pernah diformat, sehingga disket baru anda tidak perlu anda format terlebih dahulu. Langkah-langkah dalan menyalin isi disket yang menggunakan dua buah drive adalah sebagai berikut :

1. Disket DOS yang berisi file DISKCOPY.COM (karena perintah DISKCOPY adalah external command) menempati posisi di drive a:. Kemudian ketikkan perintah :

A>diskcopy a: b:
Insert SOURCE diskette in drive A:
Insert TARGET diskette in drive B:
Press any key when ready . . .

2. Masukkan diskette sumber di drive a: dan diskette tujuan di drive b: dan bila siap tekanlah sembarang tombol untuk memulai proses menyalin disk, sebagai berikut :

Copying 40 tracks
9 sectors/track, 2 side(s)

3. Setelah proses menyalin disket ini selesai, akan ditanyakan apakah akan menyalin disket yang lainnya lagi atau tidak :

Copy another diskette (Y/N)?n
A>

5. Membuat Salinan File
Suatu file kadang-kadang perlu di buat salinannya, misalnya dalam hal :
 sebagai cadangan keamanan kalau sampai hilang atau rusak
 file berada di disk yang lain, misalnya disk pinjaman
 beberapa file teks akan digabung menjadi satu

Untuk membuat salinan file digunakan perintah/command COPY. Bentuk dasar dari command COPY adalah sebagai berikut:

COPY

Contoh :
File dengan nama BASICA.COM di drive a: akan disalinkan ke drive b: dengan nama yang sama, maka dapat dituliskan :

A>copy basica.com b:
1 File(s) copied
A>
Semua file yang mempunyai extension .EXE di drive a: akan disalinkan ke drive b: dengan nama yang sama, maka dapat dilakukan perintah :

A:\>copy *.exe b:

6. Mengganti Nama File
Nama file yang ada di disk dapat diganti dengan nama file yang lain, dengan bentuk command :

RENAME

Misalnya file dengan nama FORMAT.COM akan dirubah namanya menjadi BAHAYA.COM, sebagai berikut :

A>rename format.com bahaya.com
A>

Maka file FORMAT.COM telah berganti namanya menjadi BAHAYA.COM dan selanjutnya bila akan menggunakan file ini, maka cara memanggilnya adalah dengan nama yang baru.

7. Menghapus File
File yang ada di disk kemungkinan akan dihapus, disebabkan oleh keadaan :
 file rusak, tidak dapat digunakan lagi, sehingga akan dibuang dari disk
 file sudah tidak dibutuhkan lagi
 disk penuh, untuk membuat file lagi, maka file yang lain yang tidak dibutuhkan dihapus

Bentuk command dari ERASE atau DEL adalah :

DEL [drive:][path]filename [/P]
ERASE [drive:][path]filename [/P]

Keterangan :
[drive:][path]filename menyatakan satu atau banyak file yang akan dihapus.
Bila banyak file yang akan dihapus menggunakan wildcard.
/P Konfirmasi sebelum proses penghapusan setiap file.

Untuk menghapus file dari disk dapat dilakukan command ERASE atau DEL :

A:\>erase tulisan
A:\>

Maka file TULISAN akan dihapus dari disk. Untuk menghapus semua file di disk, dapat dilakukan perintah :

A:\>erase *.*

DOS memberikan peringatan untuk meyakinkan anda apakah benar semua file akan dihapus, karena kemungkinan anda salah mengetikkannya, padahal maksudnya tidask akan menghapus semua file. Kalau anda menekan N, maka semua file tidak jadi dihapus, kalau anda menekan tombol Y, berarti semua file akan dihapus.

2.3 Pengenalan Windows 2000

Terdapat beberapa macam versi Windows 2000 yang telah dikeluarkan oleh Microsoft Corporation, antara lain :
 Microsoft Windows 2000 Profesional, ditujukan bagi pengguna pribadi maupun organisasi (perusahaan). Dengan menggnakan Ms Windows 2000 Profesional semua yang Anda kerjakan dengan komputer pribadi akan terasa lebih mudah digunakan, lebih cepat, kompatible dengan berbagai perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware), mudah dikelola dan aman. Ms Windows 2000 Profesional juga dapat digunakan pada organisasi atau perusahaan pada berbagai skala, baik untuk penggunaan single user maupun dihubungkan dengan sistem jaringan.

 Microsoft Windows 2000 Advanced Server, ditujukan untuk sistem jaringan berskala menengah dan besar yang banyak menggunakan aplikasi database. Sistem operasi ini memiliki kemampuan seperti Ms Windows 2000 Server ditambah dengan fasilitas seperti mendukung memori fisik yang besar serta dilengkapi dengan pelayanan seperti clustering dan load-balancing.

2.3.1 Elemen Dasar Windows 2000
Agar penggunaan Windows 2000 dapat optimal, terlebih dahulu dikenalkan beberapa elemen dasar dari Windows 2000.

Gambar 2.1 Elemen Dasar Windows 2000

– Control Menu Icon (Icon Kontrol Menu), berisi perintah-perintah yang digunakan untuk mengontrol window yang sedang aktif, seperti misalnya perintah untuk mengubah ukuran window, memindahkan posisi jendela, menutup jendela dan lain-lain. Berikut ini adalah perintah yang terdapat pada Control Menu Icon :

Perintah Keterangan
Restore Untuk mengembalikan window ke ukuran
Move Untuk memindahkan window ke posisi lain yang Anda inginkan
Size Untuk mengubah ukuran jendela
Minimize Untuk memperkecil ukuran window sehingga membentuk sebuah icon aktif pada Taskbar
Maximize Untuk memperbesar ukuran window hingga menjadi satu layar penuh
Close Untuk menutup window

– Icon, adalah suatu simbol atau gambar yang mewakili suatu drive, folder file atau shortcut untuk membuka program apliakasi.
– Title Bar (Baris Judul), berisi nama window atau nama judul program aplikasi (Window Title), baris judul ini juga dapat digunakan untuk memindahkan window ke posisi lain yang Anda inginkan.
– Menu Bar ( Baris Menu), adalah barisan perintah berupa menu yang terletak di bawah baris judul, misalnya window Control Panel mempunyai baris menu yang terdiri atas File, Edit, View, Favorites, Tools dan Help.
– Toolbars (Baris Toolbar), berisi tombol-tombol yang digunakan untuk menjalankan suatu perintah dengan cepat dan mudah, terutama untuk perintah-perintah yang sering digunakan.
– Kotak Isian Address, digunakan untuk mengetikkan nama drive, folder atau alamat situs Web yang ingin Anda kunjungi.
– Sizing Button (Tombol Ukuran), berisi tombol-tombol untuk mengatur ukuran jendela yang sedang aktif.
– Scroll Bar (Baris Penggulung), terdiri dari baris penggulung mendatar (horizontal scroll bar) dan baris penggulung tegak (vertical scroll bar). Untuk menggeser layar ke kiri atau ke kanan gunakan baris penggulung mendatar sedangkan untuk menggeser layar ke atas atau ke bawah gunakan baris penggulung tegak.
– Status Bar, akan menampilkan keterangan dari setiap perintah yang sedang ditunjuk pada baris menu. Status Bar ini juga memberikan informasi isi suatu window yang sedang aktif.
– Taskbar, berisi tombol start, icon shortcut untuk membuka program aplikasi tertentu, informasi tanggal dan waktu sistem komputer saat ini, pengatur volume suara dan tombol-tombol yang mewakili program aplikasi yang sedang aktif.

2.3.2 Mengganti Pemakai Windows 2000
Windows 2000 memiliki keistimewaan dimana suatu komputer yang sama dapat digunakan secara bergiliran oleh lebih dari satu pemakai (user). Setiap pemakai dapat menentukan dan mengatur sendiri konfigurasi Windows 2000 yang digunakannya tanpa mengganggu konfigurasi yang telah dibuat oleh pemakai yang lain pada komputer yang sama.
Untuk mengganti pemakai Windows 2000 dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1. Dengan menggunakan tombol keyboard, tekan tombol Ctrl-Alt-Del secara bersamaan. Kotak dialog Windows security akan ditampilkan.
2. Pada kkotak dialog tersebut, klik tombol perintah Log Off…., kotak dialog Log Off Windows akan ditampilkan. Pada kotak dialog Log Off Windows tersebut klik tombol Yes.

Gambar 2.2 Kotak Dialog Shutdown Windows

3. Tunggu hingga proses penutupan selesai dilakukan, dan kotak dialog Log On to Windows ditampilkan kembali.
4. Pada kotak dialog tersebut lengkapi kotak isian User name dengan nama pemakai komputer baru dan kotak isian Password dengan kunci sandi (password) yang digunakan. Kemudian klik OK atau tekan tombol Enter.

Gambar 2.3 Kotak Dialog User Login

5. Tunggu hingga area kerja (desktop) Windows 2000 ditampilkan.
Apabila telah selesai bekerja dengan Windows 2000, dapat mengakhirinya dengan menggunakan langkah berikut:
1. Klik tombol start yang ada di taskbar.
2. Pilih dan klik menu Shut Down (Alt+F4). Kotak dialog Shut Down Windows akan ditampilkan.
3. Pada tombol daftar pilihan What do you want the computer to do?, pilih dan klik satu tombol pilihan berikut ini :
 Stand By, bila komputer ingin tetap dalam keadaan siap.
 Shut Down, bila ingin mengakhiri penggunaan Windows 2000.
 Restart, bila ingin memulai kembali Windows 2000.
 Log Off …, bila ingin menutup hak pemakaian komputer, memutuskan hubungan dengan sistem jaringan, dan menyiapkan Windows 2000 untuk pemakai lain.
Karena saat ini bermaksud untuk mengakhiri penggunaan Windows 2000, maka pilih dan klik Shut Down.
4. Klik tombol OK. Kemudian tunggu sampai layar menampilkan pesan berikut ini :
“It’s now safe to turn off your computer”
5. setelah pesan tersebut ditampilkan baru komputer boleh dimatikan.

2.3.3 Menjalankan Program Aplikasi
Untuk menjalankan program aplikasi yang ada di dalam Windows 2000 dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:
– Menjalankan program aplikasi dengan memilih Menu Program
Langkah-langkah :
1. klik tombol Start yang ada di taskbar
2. pilih menu Program
3. kemudian pilih dan klik program yang akan dijalankan. Tunggu sampai program aplikasi yang Anda inginkan ditampilkan

Gambar 2.4 Menjalankan Program Aplikasi dengan Memilih Menu Program

– Menjalankan Program Aplikasi dengan Memilih Menu Run
Langkah-langkah :
1. klik tombol Start yang ada di taskbar
2. pilih dan klik menu Run. Kotak dialog Run akan ditampilkan seperti. Lihat Gambar

Gambar 2.5 Kotak Dialog Run

3. klik tombol perintah Browse. Kotak dialog Browse akan ditampilkan. Lihat gambar

Gambar 2.6 Dialog Browse

4. klik OK dan tunggu sampai program aplikasi yang Anda inginkan ditampilkan.

– Menjalankan Program Aplikasi dengan Melalui Icon My Computer
Langkah-langkah :
1. klik dua kali icon My Computer yang ada di desktop Windows 2000. Window My Computer akan ditampilkan. Lihat Gambar

Gambar 2.7 Window My Computer

2. Pada window My Computer klik dua kali drive yang menampung program aplikasi yang akan dijalankan.
3. setelah ditemukan program aplikasi yang ingin dijalankan, klik dua kali folder tersebut dan tunggu hingga program aplikasi ditampilkan.

– Menjalankan Program Aplikasi dengan Melalui Windows Explorer
Langkah-langkah :
1. klik tombol Start yang ada di taskbar
2. pilih menu Program, Accessories. Kemudian pilih dan klik program Windows Explorer.
3. pada window tersebut pilih dan klik drive dan folder yang Anda inginkan.

– Menjalankan Program Aplikasi dengan Memilih Menu Documents
Langkah-langkah :
1. klik tombol Start yang ada di taskbar
2. pilih dan klik dokumen yang diinginkan

– Menjalankan Program Aplikasi dengan Memilih Shortcut Icon Program Aplikasi
Untuk menjalankan program dari shortcut, cukup dilakukan dengan mengklik dua kali icon shortcut program yang terdapat pada desktop.

2.3.4 Windows Explorer
Windows Explorer merupakan program aplikasi yang digunakan untuk mengatur penggunaan drive, folder maupun file yang ada pada local drive, sistem jaringan atau internet. Dengan menggunakan Windows Explorer dapat dilihat secara lengkap isi dan hirarki dari suatu drive, folder dan seluruh isi file yang ada pada setiap folder.
Untuk memanggil dan menggunakan Windows Explorer dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Klik tombol Start yang ada di taskbar
2. Kemudian pilih dan klik menu Program, Accessories, Windows Explorer.

Gambar 2.8 Jendela Kerja Windows Explorer

Fungsi-fungsi tombol pada jendela kerja Windows Explorer
Toolbar Perintah Keterangan

Back to Digunakan untuk kembali ke jendela drive atau folder sebelumnya yang pernah dibuka

Forward to Digunakan untuk kembali ke jendela drive atau folder berikutnya yang pernah dibuka

Up Digunakan untuk pindah ke satu level sebelumnya atau level di atasnya

Search Digunakan untuk memudahkan pencarian file/folder, nama komputer yang terhubung di jaringan, alamat email atau halaman web

Folders Digunakan untuk memudahkan penelusuran drive, folder maupun file

History Digunakan untuk melihat file yang pernah dibuka atau digunakan sebelumnya

Address Digunakan untuk pindah ke drive atau folder lain

Delete Digunakan untuk menghapus folder/file yang telah dipilih

Undo Digunakan untuk membatalkan perintah yang sudah diberikan

Views Digunakan untuk mengubah tampilan isi folder

Copy to Digunakan untuk menyalin folder/file ke drive atau folder yang lain

Move to Digunakan untuk memindahkan folder/file ke drive atau folder yang lain

2.3.5 Windows Security
Windows 2000 telah dilengkapi dengan teknologi Windows NT yang terkenal handal dan aman. Fasilitas yang dapat digunakan untuk menangani masalah keamanan yang tersedia pada Windows 2000 antara lain :
 User Account
Setiap pemakai Windows 2000 harus mempunyai user account yang berupa identitas nama user dan password yang sifatnya unik. Pada saat mulai menggunakan sistem operasi Windows 2000, komputer akan meminta pemakai memasukkan nama user beserta password guna memastikan hanya pemakai yang sah saja yang boleh menggunakan komputer.
 Group Account
Setiap group memiliki tugas dan hak yang berbeda-beda. Setiap user terdaftar menjadi anggota suatu group account tertentu sehingga user tersebut dapat menggunakan komputer sesuai dengan hak yang telah dimiliki oleh group tersebut.
 Encryption
Windows 2000 dapat melakukan penyandian (encryption) terhadapa file atau folder sehingga tidak dapat dibuka oleh sembarang pemakai. Enkripsi data ini hanya dapat dilakukan bila sistem filenya menggunakan NTFS. Bila sistem filenya masih menggunakan FAT atau FAT32, fasilitas ini tidak dapat digunakan.

 File and Folder Permission
Windows 2000 dapat mengatur pemakaian file dan folder tertentu dengan tujuan agar hanya pemakai tertentu saja yang boleh mengakses dan menyunting file atau folder tersebut.
 Shared Folder Permission
Windows 2000 dapat mengatur pemakaian bersama suatu folder (shared). Pemakaian fasilitas ini hanya dapat dilakukan oleh user yang masuk dalam group Administrator.
 Printer Permission
Selain pemakaian bersama suatu folder, Windows 2000 juga dapat mengatur pemakaian bersama suatu printer yang tergabung dalam sistem jaringan.
 Auditing
Fasilitas ini digunakan untuk menelusuri penggunaan hak dan izin yang diberikan kepada pemakai atau group account. Dengan fasilitas ini, dapat ditelusuri user account mana yang pernah mengakses file atau folderdan siapa yang pernah logon.
 User Right
Administrator dapat menentukan aturan-aturan bagi pemakai (user). Dengan User Right seorang user dapat dibatasi hak serta izinnya untuk melakukan aktifitas tertentu pada sistem jaringan. Administrator dapat menentukan hak-hak setiap pemakai secara satu per satu atau sekaligus melalui group account.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: